Berita Sepak Bola Terlengkap mengabarkan berita sepak bola dari berita pemain, hasil dan skor pertandingan, dan berita sepak bola dari liga sepak bola di seluruh dunia. Pada kesempatan kali ini kami akan mengabarkan berita sepak bola dari kapten Timnas Indonesia Firman Utina. Pemain kelahiran Komo Luar, Manado 15 Desember 1981 ini merupakan roh permainan Indonesia di sektor tengah bersama Ahmad Bustomi ini menunjukkan kontribusi yang bagus di Timnas Indonesia, Firman dapat mengontrol lini tengah dan memberikan umpan-umpan matang kepada striker. Kami akan memberikan Profil Lengkap dari Firman Utina, berikut profil lengkapnya.
Profil Lengkap Firman Utina
Nama : Firman Utina
Tempat / Tanggal lahir : Komo Luar, Manado / 15 Desember 1981
Status : Menikah
Istri : Marita Yustika
Anak :
* Raihan Putra Utina,
* Salsabila Putri Utina
Karir:
Klub
Indonesia Muda Manado (1993-94)
Bina Taruna Manado (1995-98)
Persma Junior (1998-99)
Persita Tangerang (2000-04)
Arema Malang (2005-06)
Persita Tangerang (2007-2008)
Pelita Jaya (2008-2009)
Persija Jakarta (2009-2010)
Sriwijaya FC (2010-sekarang)
Timnas
Piala Pelajar Asia U-19 (2000)
SEA Games (2001, 2003)
Pra-Piala Asia (2001, 2004)
Pra-Olimpiade (2003)
Piala Tiger (2004).
Piala Asia (2007)
Piala AFF (2010)
Firman Utina dilahirkan di kampung Komo Luar, Manado 28 tahun silam. Ia adalah kapten baru timnas Indonesia setelah Bambang Pamungkas sering dibangku cadangkan oleh pelatih Alfred Riedl.
Firman Utina memulai karir sepakbolanya di klub Sepakbola Indonesia Muda yang berada di daerah asalnya Manado. Selama beberapa tahun ia ditempa di sekolah sepakbola itu, ia kemudian hijrah ke klub amatir Bina Taruna, setelah usianya melewati batas yang dibolehkan di sekolah sepakbola. Keuletannya untuk terus rajin berlatih membuat dia mampu terus memperbaiki penampilannya. Hanya tiga tahun bersama klub amatir tersebut, ia direkrut Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada di daerahnya saat itu.
Proses masuk ke Persma Junior terbilang unik. Hal itu karena ia tidak melalui mekanisme seleksi layaknya pemain lain. Sebab ia direkrut setelah mampu mencetak 12 gol dalam satu pertandingan pada turnamen klub lokal di Manado. Torehan gol yang mencengangkan itu sampai ke kuping pelatih Persma Manado saat itu, Benny Dollo. Penasaran dengan sukses salah satu striker lokal yang mampu mencetak gol selusin dalam satu laga, pelatih yang akrab di sapa Bendol tersebut langsung memerintahkan anggotanya menjemput Firman, dan mengajaknya masuk Persma. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tak ragu, ia langsung menerima pinangan untuk bergabung ke Persma.
Terus ditempa dibawah pelatih Benny Dollo, ia pun menunjukan progres meningkat. Hal tersebut membuat pelatih berjulukan Bendol tersebut tidak ragu mengikutkannya di mana pun ia menjadi arsitek tim, sehingga membuat banyak orang menyebut Firman adalah “anak emas” pelatih timnas Indonesia itu. Meskipun Firman tidak merasa demikian, namun hal ini sepertinya ada benarnya. Bahkan ketika Benny Dollo melatih timnas Indonesia, Firman selalu dipanggil menjadi pemain inti. Namun untungnya hal tersebut tidak membuat pemain bertinggi badan 165 cm ini besar kepala. Firman hanya mengakui ada simbiosis tersendiri yang saling melengkapi antara dirinya dan Bendol.
Tekadnya untuk terus menekuni karir bermain sepakbola rupanya tidak perlu diragukan. Itu bisa dilihat dengan keputusannya meninggalkan status pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Tangerang saat merumput bersama Pendekar Cisadane, dan memutuskan hengkang ke Arema Malang, mengikuti jejak pelatih Benny Dollo.
Pilihannya meninggalkan Persita Tangerang dan merapat ke Arema Malang serta menanggalkan status PNS rupanya tidak sia-sia. Sebab di klub kebanggaan Aremania itu ia merasakan manisnya mencicipi gelar juara, meski itu hanya turnamen Copa Indonesia (tahun 2005 dan 2006). Tidak hanya juara tentunya, ia pun mampu menyabet gelar pemain terbaik di ajang tersebut. Satu penghargaan yang membuat motivasinya untuk terus memperbaiki penampilan. Meski beberapa kali di dera cedera dan mengharuskannya untuk istirahat dari lapangan hijau, penampilannya masih tetap stabil. Tahun 2007 menjadi tahun keemasan Firman. Ia terpilih menjadi pemain terbaik Indonesia pada laga melawan Bahrain di ajang Piala Asia 2007.
Setelah pelatih Beny Dollo memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih Persita Tangerang, ia pun diprediksi bakal meninggalkan klub tersebut dan kembali mengikut jejak pelatih yang telah menjadikannya sebagai pemain terkenal itu. Akhirnya karena Bendol direkrut timnas, ia pun banting setir dan merapat ke Pelita Jaya, menolak tawaran sejumlah tim papan yang atas mengincarnya.
Meski pernah mengecewakan manajemen Persita Tangerang, tapi dia tetap diterima ketika kembali merapat ke tim tersebut pada awal musim kompetisi 2007 silam. Padahal pada musim 2004, pemain yang memulai debutnya di tim “Merah Putih” sejak 2000 bersama timnas pelajar, pernah memilih menanggalkan statusnya sebagai PNS dan meninggalkan Pendekar Cisadane. Namun hanya semusim Firman kembali merumput bersama Persita, pada tahun 2008, Firman bergabung dengan klub Pelita Jaya yang telah lama dihubungkan dengannya. Namun di klub tersebut, Firman kurang beruntung. Ia kerap menghuni bangku cadangan karena kalah bersaing dengan playmaker asing Esteban Viscara.
Akhirnya di akhir tahun 2009, Pelita Jaya melepasnya ke Persija Jakarta, yang ketika itu diarsiteki oleh pelatih Benny Dollo. Keduanya pun bereuni kembali. Namun ternyata klub sebesar Persija pun tak menjadi labuhan terakhir Firman. Hanya satu musim dirinya merumput dengan kostum oranye-hitam. Pada musim 2010, Firman bergabung dengan klub elit lainnya dari Sumatera, Sriwijaya FC.
Kini Firman menjadi tumpuan baik di tingkat klub maupun nasional. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini terkenal memiliki mobilitas tinggi, daya jelajah luas, kecepatan dan tendangan yang akurat. Pada saat melawan Laos di ajang piala AFF 2010, Firman menunjukkan ketajamannnya dengan menceploskan 2 gol ke gawang Laos.
Firman pun menjabat sebagai kapten setelah rekannya, Bambang Pamungkas, sering dibangkucadangkan. Namun Firman tetap merendah. Dirinya berkata hanya menjabat kapten sementara. kapten sesungguhnya masih tetap Bambang Pamungkas.
Firman Utina berencana menggeluti dunia sepakbola hingga akhir hayatnya. Suami dari Marita Yustika ini mengaku ingin berkarir sebagai pelatih bila sudah pensiun kelak. Saat ini ia hanya ingin fokus bermain, dan tidak memiliki kegiatan sampingan sedikitpun. Dedikasi dan determinasi Firman berbuah manis. Kini namanya akan semakin harum di kancah sepakbola Indonesia, terlebih bila berhasil membawa Merah-Putih menjuarai turnamen piala AFF tahun ini. Bisa dipastikan dirinya akan sejajar dengan para legenda sepakbola Indonesia.
Demikian berita sepak bola dari profil lengkap kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 Firman Utina.
Dari berita bola lainnya, Profil Timnas Malaysia.
Read More..
Showing posts with label Firman Utina. Show all posts
Showing posts with label Firman Utina. Show all posts
Firman & Okto Latihan Terpisah
Berita Sepak Bola Terlengkap mengabarkan berita sepak bola dari berita pemain, hasil dan skor pertandingan, dan berita sepak bola dari liga sepak bola di seluruh dunia. Pada kesempatan kali ini kami akan mengabarkan berita bola dari ajang sepak bola paling bergengsi se Asia Tenggara Piala AFF 2010. Berita kali ini datang dari dua pemain andalan Timnas Indonesia yaitu Firman Utina dan Okto Maniani, dua pemain ini berlatih terpisah dari rekan-rekannya, mereka berlatih terpisah karena mengalami cedera Firman dan Okto hanya melakukan latihan ringan dengan berlari keliling lapangan ditemani oleh physio Timnas Indonesia, berikut berita selengkapnya.
Firman Utina Dan Okto Maniani Berlatih Terpisah Dari Rekan-Rekannya Karena Mengalami Cedera
Timnas Indonesia kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi final AFF Suzuki Cup 2010. Dua pemain, Firman Utina dan Oktavianus Maniani, masih berlatih terpisah dari rekan-rekannya.
Latihan timnas dilakukan di Lapangan ABC, Senayan, Rabu (22/12/2010), mulai pukul 08.00 WIB. Latihan ini dipimpin langsung oleh pelatih Alfred Riedl yang dibantu dua asistennya, Wolfgang Pikal dan Widodo C Putro.
Di tepi lapangan, sama seperti kemarin, Firman dan Okto berlatih terpisah karena mengalami cedera. Keduanya berlatih ringan dengan berlari-lari keliling lapangan didampingi physio timnas. Lutut dua pemain inti ini terlihat ditempeli kinesio tape.
Selain Firman dan Okto, para pemain berlatih finishing serta penyelesaian bola silang. Ratusan penonton yang menyaksikan Bambang Pamungkas dkk berlatih bersorak ketika Bambang atau Irfan Bachdim berhasil melesakkan bola ke gawang.
Setelah latihan finishing, para pemain kemudian melakukan latihan game. Riedl dan Pikal berkali-kali berteriak meminta pemain melakukan 1-2 sentuhan dan mengoper bola ke rekannya.
Sampai saat ini, sekitar pukul 09.15 WIB, latihan masih berlangsung.
Demikian berita sepak bola seputar Timnas Indonesia dimana Firman Utina dan Okto Maniani berlatih terpisah dari rekan-rekannya karena cedera.
Dari berita bola lainnya, Rajagobal waspadai sayap Indonesia. Read More..
Firman Utina Dan Okto Maniani Berlatih Terpisah Dari Rekan-Rekannya Karena Mengalami Cedera
Timnas Indonesia kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi final AFF Suzuki Cup 2010. Dua pemain, Firman Utina dan Oktavianus Maniani, masih berlatih terpisah dari rekan-rekannya.
Latihan timnas dilakukan di Lapangan ABC, Senayan, Rabu (22/12/2010), mulai pukul 08.00 WIB. Latihan ini dipimpin langsung oleh pelatih Alfred Riedl yang dibantu dua asistennya, Wolfgang Pikal dan Widodo C Putro.
Di tepi lapangan, sama seperti kemarin, Firman dan Okto berlatih terpisah karena mengalami cedera. Keduanya berlatih ringan dengan berlari-lari keliling lapangan didampingi physio timnas. Lutut dua pemain inti ini terlihat ditempeli kinesio tape.
Selain Firman dan Okto, para pemain berlatih finishing serta penyelesaian bola silang. Ratusan penonton yang menyaksikan Bambang Pamungkas dkk berlatih bersorak ketika Bambang atau Irfan Bachdim berhasil melesakkan bola ke gawang.
Setelah latihan finishing, para pemain kemudian melakukan latihan game. Riedl dan Pikal berkali-kali berteriak meminta pemain melakukan 1-2 sentuhan dan mengoper bola ke rekannya.
Sampai saat ini, sekitar pukul 09.15 WIB, latihan masih berlangsung.
Demikian berita sepak bola seputar Timnas Indonesia dimana Firman Utina dan Okto Maniani berlatih terpisah dari rekan-rekannya karena cedera.
Dari berita bola lainnya, Rajagobal waspadai sayap Indonesia. Read More..
Labels:
Firman Utina,
Okto Maniani,
Piala AFF,
Timnas Indonesia
Firman Tahan Sakit 90 Menit
Berita Sepak Bola Terlengkap mengabarkan berita sepak bola dari berita pemain, hasil dan skor pertandingan, dan berita sepak bola dari liga sepak bola di seluruh dunia. Pada kesempatan kali ini kami akan mengabarkan berita bola dari ajang sepak bola paling bergengsi se Asia Tenggara Piala AFF 2010. Pemain tengah Indonesia Firman Utina pada pertandingan melawan Filipina tadi malam rela menahan sakit selama 90 menit karena cedera lututnya, namun hal itu tidak menyulutkannya untuk tampil melawan Filipina, dan Firman merasa senang Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dan melaju ke final Piala AFF 2010, berikut berita selengkapnya.
Firman Rela Menahan Sakit Selama 90 Menit, Namun Firman Senang Bisa Memenangkan Pertandingan Dan Melaju Ke Final Piala AFF 2010
Cedera lutut yang dialami oleh kapten timnas Indonesia Firman Utina tidak menyurutkannya tampil di semifinal kedua Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Saya memang merasakan sakit. Tapi saya tahu kondisi saya. Saya katakan kepada pelatih (Alfred Riedl), kalau saya siap diturunkan," kata Firman dalam keterangan persnya.
Pemain Sriwijaya FC berusia 29 tahun itu dalam laga semifinal menghadapi Filipina menjadi penggerak serangan Tim Merah Putih. Meski masih mengalami sakit, ia tetap bermain sepanjang 90 menit.
"Yang penting malam ini saya bisa main dan memenangkan pertandingan," ujar Firman.
Pengorbanan Firman rupanya tidak sia-sia. Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF 2010 setelah mengalahkan Filipina.
Di final, Indonesia akan bertemu dengan Malaysia. Pada final pertama akan digelar di Malaysia pada 26 Desember, sedangkan final kedua akan digelar pada 29 Desember 2010.
Demikian berita sepak bola dari Firman Utina yang rela menahan sakit selama 90 menit saat laga semi final leg kedua melawan Filipina.
Dari berita bola lainnya, ucapan selamat untuk Indonesia. Read More..
Firman Rela Menahan Sakit Selama 90 Menit, Namun Firman Senang Bisa Memenangkan Pertandingan Dan Melaju Ke Final Piala AFF 2010
Cedera lutut yang dialami oleh kapten timnas Indonesia Firman Utina tidak menyurutkannya tampil di semifinal kedua Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Saya memang merasakan sakit. Tapi saya tahu kondisi saya. Saya katakan kepada pelatih (Alfred Riedl), kalau saya siap diturunkan," kata Firman dalam keterangan persnya.
Pemain Sriwijaya FC berusia 29 tahun itu dalam laga semifinal menghadapi Filipina menjadi penggerak serangan Tim Merah Putih. Meski masih mengalami sakit, ia tetap bermain sepanjang 90 menit.
"Yang penting malam ini saya bisa main dan memenangkan pertandingan," ujar Firman.
Pengorbanan Firman rupanya tidak sia-sia. Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF 2010 setelah mengalahkan Filipina.
Di final, Indonesia akan bertemu dengan Malaysia. Pada final pertama akan digelar di Malaysia pada 26 Desember, sedangkan final kedua akan digelar pada 29 Desember 2010.
Demikian berita sepak bola dari Firman Utina yang rela menahan sakit selama 90 menit saat laga semi final leg kedua melawan Filipina.
Dari berita bola lainnya, ucapan selamat untuk Indonesia. Read More..
Labels:
Firman Utina,
Piala AFF,
Piala Asia,
Profil Pemain,
Timnas Indonesia
Irfan Bachdim Dan Firman Cedera
Berita Sepak Bola Terlengkap mengabarkan berita sepak bola dari berita pemain, hasil dan skor pertandingan, dan berita sepak bola dari liga sepak bola di seluruh dunia. Pada kesempatan kali ini kami akan mengabarkan berita bola dari Timnas Indonesia jelang laga leg kedua Semi-Final Piala AFF 2010. Timnas Indonesia kini dirundung masalah yaitu kedua pilar mereka Irfan Bachdim dan Firman Utina mengalami cedera, namun tidak usah khawatir asisten pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal mengatakan masih ada waktu 30 jam untuk memantau kondisi mereka, jadi Indonesia masih bisa menurunkan skuad terbaiknya pada leg kedua menghadapi Filipina nanti, berikut berita selengkapnya.
Irfan Bachdim Dan Firman Utina Cedera, Masih Ada Waktu 30 Jam Untuk Memantau Kondisi Mereka
Indonesia tetap akan memasang komposisi terbaik saat menjamu Filipina di semifinal 2 Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 19 Desember 2010.
"Kami akan memasang starting line up seperti di laga-laga sebelumnya," kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih Indonesia dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Sabtu sore, 17 Desember 2010.
Padahal, dua pemain inti Tim Merah Putih: penyerang Irfan Bachdim dan gelandang Firman Utina masih belum fit. Bachdim mengalami cedera selangkangan dan Firman di lutut.
"Untuk Firman dan Bachdim, kami masih punya waktu 30 jam untuk memantau kondisi mereka. Tim fisioterapi terus berusaha keras untuk mengembalikan kondisi mereka," lanjut Pikal.
Pikal tak mau menyebut starting line up Indonesia dalam laga besok. Tapi, ia mengisyaratkan bahwa pelatih Alfred Riedl masih akan memasang 11 pemain yang sama seperti di laga-laga Indonesia sebelumnya.
Starting Line Up Indonesia di 4 laga sebelumnya:
Kiper: Markus Horison
Belakang: Zulkifli Syukur, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Muhamad Nasuha
Tengah: Muhamad Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani
Depan: Christian Gonzales, Irfan Bachdim
Demikian berita sepak bola dari Timnas Indonesia mengenai kondisi Irfan Bachdim dan Firman Utina.
Dari berita bola lainnya, Hasil undian babak 16 besar Liga Champions. Read More..
Irfan Bachdim Dan Firman Utina Cedera, Masih Ada Waktu 30 Jam Untuk Memantau Kondisi Mereka
Indonesia tetap akan memasang komposisi terbaik saat menjamu Filipina di semifinal 2 Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 19 Desember 2010.
"Kami akan memasang starting line up seperti di laga-laga sebelumnya," kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih Indonesia dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Sabtu sore, 17 Desember 2010.
Padahal, dua pemain inti Tim Merah Putih: penyerang Irfan Bachdim dan gelandang Firman Utina masih belum fit. Bachdim mengalami cedera selangkangan dan Firman di lutut.
"Untuk Firman dan Bachdim, kami masih punya waktu 30 jam untuk memantau kondisi mereka. Tim fisioterapi terus berusaha keras untuk mengembalikan kondisi mereka," lanjut Pikal.
Pikal tak mau menyebut starting line up Indonesia dalam laga besok. Tapi, ia mengisyaratkan bahwa pelatih Alfred Riedl masih akan memasang 11 pemain yang sama seperti di laga-laga Indonesia sebelumnya.
Starting Line Up Indonesia di 4 laga sebelumnya:
Kiper: Markus Horison
Belakang: Zulkifli Syukur, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Muhamad Nasuha
Tengah: Muhamad Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani
Depan: Christian Gonzales, Irfan Bachdim
Demikian berita sepak bola dari Timnas Indonesia mengenai kondisi Irfan Bachdim dan Firman Utina.
Dari berita bola lainnya, Hasil undian babak 16 besar Liga Champions. Read More..
Labels:
Firman Utina,
Irfan Bachdim,
Piala AFF,
Piala Asia,
Timnas Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)


